Kwaran Cilongok Raih Juara 1 Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran (APPKBL) Kwarcab Banyumas 2024

PURWOKERTO – Kwarran Cilongok, tahun ini kembali mendapat Piala Juara 1 Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran (APPKBL) kategori Media Sosial Teraktif. Pemberian piala dan piagam berlangsung pada Malam puncak penganugerahan kejuaraan Festival Kehumasan Kendalisada, Kwartir Cabang Banyumas di Pendopo Si Panji, Sabtu, 8 Juni 2024 Purwokerto. Hadir pada kesempatan itu Ketua Kwartir Cabang Banyumas, para finalis dari Kategori Vlog Kepramukaan Golongan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega, Iklan Layanan Masyarakat golongan Penggalang, Penegak dan Pandega, Video Pembelajaran kategori Siaga, Penggalang, Penegak dan pandega, Film Pendek kategori Penegak dan Pandega, Pengelolaan media sosial dan Media sosial teraktif Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran (APPKBL) serta Kategori Duta Humas Kegiatan dibuka Ketua Kwartir Cabang Banyumas, Kak Agus Nur Hadie, S. Sos., M. Si. Dikatakan bahwa kegiatan Festival Kehumasan Kendalisada Kwartir Cabang Banyumas ini merupakan pemantik Satuan dan Kwartir untuk terus berkarya mengambil peran melalui kehumasan. “Setelah lomba ini harapannya satuan dan kwartir terus aktif dalam membuat berita dan karya kehumasan dalam rangka mengenalkan kegiatan ke masyarakat umum perihal kepramukaan serta menebarkan citra positif Gerakan Pramuka,” ujar Kak Agus. Keberhasilan tersebut merupakan kerja team yang solid sehingga bisa melampaui dua Kwarran pesaingnya yang masuk final yakni Kwaran Jatilawang dan Wangon. Semoga dengan diadakannya kegiatan Festival kehumasan Kendalisada Kwartir Cabang Banyumas tahun ini dapat menginspirasi semua anggota pramuka untuk terus berkarya dan mengambil peran salah satunya dalam bidang kehumasan. Kontributor : Iwan

Pramuka Peduli Bantu Evakuasi Jenazah Korban Longsor

BANYUMAS : Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas membantu Tim SAR Gabungan dan warga evakuasi jenazah korban Longsor di Desa Banjarpanepen RT 2 RW 2, Kecamatan Sumpiuh, Selasa (17/11/2020). Pada peristiwa longsor ini satu keluarga didapati rumahnya tertimbun tanah dari ketinggian sekitar 10 meter. Rumah keluarga Basuki dihuni 4 orang yang terdiri istri dan 2 anak, keempatnya tertimbun tanah longsor. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan setelah sebelumnya Wagianti (38), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tim gabungan terus melakukan upaya pencarian korban lainnya. Hingga kemudian sekitar pukul 14.40 WIB, tim gabungan menemukan korban atas nama Lucas (11). “Korban kami temukan dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa ke Pukesmas Sumpiuh 2,” jelasnya. Setelah menemukan korban Lucas, tim gabungan kembali bergerak untuk mencari korban lainnya. Hingga pukul 16.20 WIB, tim gabungan berhasil mengevakuasi korban atas nama Yudas (7), anak terakhir dari Basuki. “Yudas ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa ke Puskemas Sumpiuh 2,” katanya. Saat ikut memantau pencarian korban, Bupati Banyumas Achmad Husein ikut prihatin dan berduka pada peristiwa ini. Pihaknya segera mengambil langkah termasuk tindakan preventif kedepannya. Sementara itu Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas Heriana Ady Chandra mengatakan dengan banyaknya bencana yang terjadi, pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan termasuk Pramuka Peduli Kwarran yang sudah membantu bencana di sekitar.

Ribuan Bungkus Makanan Untuk Korban Banjir

Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas bersama relawan lainnya berhasil menyiapkan ribuan nasi bungkus untuk korban banjir di Kecamatan Kemranjen. Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas Heriana Ady Candra mengatakan untuk dapur umum sampai dengan siang ada 2 yaitu dapur umum BPBD Kabupaten Banyumas di Masjid Baitunnikmah melayani 51 orang untuk RW 8, dan Dapur Umum Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas melalui Tagana dan Pramuka Peduli melayani kebutuhan konsumsi untuk Desa Sirau, Desa Grujugan dan Desa Sidamulya. “Sampai dengan pendataan tadi pagi jumlah kebutuhan konsumsi siap makan pagi di Desa Sirau terdistribusi 618 bungkus, makan siang 698 bungkus dan makan malam 560 bungkus. Untuk Desa Grujugan makan pagi 395 bungkus untuk makan siang dan malam mereka memasak sendiri atau dapur umum mandiri dengan suplay logistik dari dapur umum induk. Sedangkan Desa Sidamulya makan pagi 75 bungkus, makan siang 75 bungkus dan malam 150 Bungkus,” jelas Ady Sabtu (31/10/2020) pagi. Ady menambahkan untuk pengungsian dipusatkan di 3 titik yaitu Masjid Baitunnikmah Grumbul Pacarmalang Desa Sirau, MI Fathul Ulim Desa Sirau dan MI Muhammadiyah Sidamulya untuk warga Grumbul Gejebur Desa Sidamulya Kecamatan Kemranjen. Kebutuhan Mendesak yang dibutuhkan para pengungsi antara lain pampers, obat–obatan ringan untuk gatal–gatal dan flu pilek serta pembalut wanita. Logistik yang dibutuhkan di dapur umum antara lain sayur mayur, bumbu dapur seperti lombok, bawang merah, bawang putih dan lain sebagainya, tahu, tempe, telor, daging serta krupuk atau kripik. Ketua Pramuli ini menyebutkan daftar menu makan pada Jumat (30/10/2020) pagi nasi dengan sayur kacang panjang, sayur welok, telur dadar. Makan siang, nasi dengan sayur welok, sayur kacang panjang, oseng tempe, sayur kangkung, oseng nangka muda, telor dadar. Sedangkan untuk makan malam nasi dengan sayur kacang panjang, oseng nangka muda, ayam kecap, sayur welok dan telor dadar Ady mengatakan adanya bencana membuat masyarakat bahu membahu memberikan bantuan, yang terdata di daur umum induk sementara, yang sudah masuk antara lain dari BPBD Kabupaten Banyumas beras 500 Kg, Kid Ware selimut, Forum Lintas Komunitas Kabupaten Banyumas, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Gumelar Peduli Umat, Komunitas Bawor, Komunitas Purwokerto Undercover, Komunitas BANDAFO Peduli, Komunitas Kurir Sorga, Muhammadiyah Kroya Banser Karangsalam, Paguyuban BUMDes Banyumas, Banser Pageralang, SR Banyumas Raya, Sedulur Kemranjen, Banser Kemranjen, Anshor Kebarongan, Sahabat Nasa, Stokis Nasa, PKK Desa Pageralang, Guru MI Kec Kemranjen, Yayasan Nurul Huda Gumelar, Kelompok GOWES Danasri, Asosiasi Perberasan Banyumas, FORSAP Fondution, Warga Desa Kecila, FK GTT PTT Kecamatan Binangun, Persatuan Karyawan Alfamart Kroya, LAZNAS Yatim Mandiri Purwokerto, beberapa Perorangan dan hamba Allah yang tidak mau disebutkan. Selain itu para pengungsi juga ada Tim Pendampingan Psikososial dari Fakultas Psikologi UMP ada di Pengungsian MI Muhammadiyah Sidamulya dan Tim Layanan Kesehatan dari Dompet Dhuafa Purwokerto juga sudah stanby di Pengungsian Majid Baitunnimah Grumbul Pacarmalang. “Adapun bantuan lain yang belum tercatat, akan kami crosscekan Data dengan Pemerintah Desa Sirau,” katanya Hasil Rapat Koordinasi antara Pemerintah Desa Sirau dengan TAGANA Kabupaten Banyumas dan PMI Kabupaten Banyumas membahas berkaitan dengan Dapur Umum, bahwa khsusus RW 8 memasak bergabung dengan Dapur Umum BPBD Kabupaten Banyumas. “Saat ini Pemerintah Desa Sirau sedang malaksanakan Verifiasi Faktual, untuk menentukan Jumlah Pasti warga yang harus dipenuhi untuk menentukan kebutuhan Logistik dan Dapur Umum,” pungkasnya