Kemeriahan Pesta Siaga 2024 di Banyumas: Kenangan Indah Tak Terlupakan

Pada tanggal 25 Mei 2024, Pramuka Jawa Tengah mengadakan acara Pesta Siaga di Al Irsyad Al Islamiyah Boarding School, Baturraden, Banyumas. Acara ini mengusung tema GESIT (Gembira, Semangat, Inovatif, Trampil) dan dihadiri oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, Kak Budi. Dalam sambutannya, Kak Budi menekankan pentingnya mengikuti kegiatan ini dengan penuh suka cita dan merekam setiap momen sebagai pengalaman yang tak terlupakan. Beliau berharap para peserta dapat mengembangkan persaudaraan dan karakter yang kuat melalui kegiatan ini. Acara ini dihadiri oleh unsur pimpinan dari Kwartir Cabang Pramuka dari Binwil Pekalongan dan Binwil Banyumas Jawa Tengah, dan juga Andalan Cabang serta Andalan Daerah. Kak Budi dalam sambutannya mengingatkan bahwa Pramuka Siaga adalah cikal bakal generasi penerus bangsa yang tangguh, kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh peserta untuk selalu gembira dan menikmati setiap kegiatan yang ada. Peserta Pesta Siaga mengikuti berbagai kegiatan menarik dan mendidik yang dirancang untuk mengasah keterampilan dan kreativitas mereka. Beberapa kegiatan yang diadakan antara lain lomba baris-berbaris, permainan ketangkasan, serta lomba kreativitas. Setiap kegiatan dirancang untuk mengembangkan kemampuan kerjasama, kepemimpinan, dan kemandirian para peserta. Seiring dengan berlangsungnya acara, para peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap kegiatan. Mereka juga saling mendukung dan membantu satu sama lain, menciptakan suasana yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Pada akhir acara, Kak Budi mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi wadah bagi para pramuka siaga untuk belajar dan berkembang. “Mari kita jadikan setiap momen di Pesta Siaga ini sebagai kenangan indah yang tak terlupakan dan bekal berharga dalam perjalanan hidup kita,” tutup Kak Budi.

Ratusan Pramuka Penggalang Banyumas Ikuti Penilaian Pramuka Garuda

BANYUMAS : Sebanyak 392 anggota Pramuka Penggalang dari 23 Gugus Depan di Kwarcab Banyumas mengikuti penilaian untuk mencapai jenjang Pramuka Garuda. Mengingatkan masih dalam suasana pandemi penilaian dilakukan dengan virtual zoom meeting. Sektretaris Bidang Bina Muda Kwarcab Banyumas Handoko mengatakan Pramuka Garuda merupakan jenjang paling tinggi dan paling prestisius yang menjadi idaman para Pramuka untuk meraihnya dan mengenakan lencana Pramuka Garuda. “Memang tidak sembarang untuk menjadi Pramuka Garuda. Para peserta didik, yang berusia antara 11-15 tahun itu, harus yang benar-benar telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian dan penilaian tersebut,” katanya Sabtu (28/11/2020). Handoko menambahkan penilaian tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Mengingat masih pandemi banyak pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara daring termasuk sampai penilaian akhirnya dilakukan secara daring selama 4 hari mulai Jumat (27/11/2020) hingga Senin (30/11/2020). Mereka ada yang berkumpul di Gugus Depan ada yang dari rumah. “Sesuai instruksi Bupati Banyumas selaku Ketua Mabicab, ada pembatasan sosial sehingga rencana penilaian dilakukan langsung di Kwarcab akhirnya dengan cara daring. Termasuk mengikuti daring di sekolah kami mewajibkan mendapat ijin tertulis dari orang tua dan Mabigus,” tambahnya. Pada kegiatan ini Kwarcab Banyumas menurunkan tim penguji calon pramuka garuda yang terdiri dari Didit Aryanto, Faiqoh dan Aniati. Menurut salah satu Tim penguji Aniati penilaian pencapaian calon pramuka garuda sebenarnya sudah mengirimkan berkas. Sehingga saat penilaian berupa wawancara dan klarifikasi seputar materi yang di persyaratkan untuk menjadi pramuka garuda penggalang. Diantaranya bahwa Penggalang tersebut dapat menjadi contoh yang baik. Ada surat dari orang tua, sekolah, RT dan RW. Kemudian mengenai Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang dipersyaratkan, mereka sudah menjadi penggalang terap. “Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dipersaratkan minimal punya 2 TKK utama dan 3 madya. Kemudian hasta karya harus membuat 6 jenis dan bisa menunjukan di depan tim penilai meskipun zoom,” kata Aniati Selain itu Calon Pramuka Garuda juga harus bisa mengoperasikn komputer/laptop serta harus bisa mengenali salah satu bahasa internasional. “Hampir semua memilih perkenalan dengan Bahasa Inggris,” jelasnya Selain itu penilaian juga dilihat dari dari sisi kemampuan pengetahuan, mental, jasmani, dan rohani calon Pramuka Garuda.

Sarasehan Demokrasi Pramuka Banyumas

Puluhan anggota Pramuka penegak dan pandega di Kwarcab Banyumas mengikuti sarasehan demokrasi Rabu (04/11/2020) di Sanggar Bakti Pramuka Banyumas. Kegiatan yang digelar oleh Bakesbangpol Kabupaten Banyumas mengusung tema “Pemilih Milenial Sebagai Agen Perubahan Pelaksanaan Demokrasi” dengan menghadirkan narasumber dari KPU, Bawaslu dan Pemkab Banyumas. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyumas Drs. Setia Rahendra, M.Si mengatakan saresehan demokrasi sasarannya adalah pemilih mileneal. Menurutnya pemilih milenial harus pahami pentingnya Pemilu. Ia memilih anggota Pramuka kurang lebih 70 orang, karena anggota Pramuka pada saatnya bisa menjadi agen perubahan dalam pelaksanaan demokrasi di Kabupaten Banyumas. “Kami berharap adik adik Pramuka akan menjadi pemilih yang cerdas, bertanggung jawab dan sadar akan hak dan kewajibannya dalam berdemokrasi,” katanya Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi mereka diharapkan bisa mensosialisasikan kepada teman dan masyarakat ditempat tinggalnya. Menurut Setia Rahendra memperkenalkan demokrasi kepada pemilih pemula tentang pemilu dan arti penting dari pemilu itu sendiri, karena mereka harus menjadi agen perubahan itu. “Yang dipilih dalam pemilu adalah DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi, DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden,” jelasnya Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif Setiyadi mengatakan prinsip demokrasi itu dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat dimana salah satu makna demokrasi membuat kontrol atas urusan publik lebih efektif dan inklusif, serta menghalangi elit atau sekelompok orang memonopoli pembuatan keputusan yang menyangkut orang banyak. “Demokrasi membutuhkan partisipasi warga negara antara lain adanya sikap kritis, jangan apatis, biasakan berdiskusi dengan teman atau lingkup tetangga, mendahulukan kita mendengr dan semakin perbanyak kita ikut berorganisasi,” katanya Imam menambahkan demokrasi membutuhkan pemilu yang berintegritas hal ini terkandung bahwa dalam pemilu yang berintegritas menghasilkan wewenang yang sah bagi siapa saja yang menang dan keamanan politik serta fisik bagi siapapun yang kalah. Sedangkan Divisi Humas dan Hukum Bawaslu Kabupaten Banyumas Asep Henry Habibullah berharap agar generasi milenial ikut berpartisipasi mengawasi pemilihan umum. “Hadirnya pengawasan oleh masyarakat dalam Pemilu / Pengawasan Partisipasi dapat membentuk karakter dan sadar politik, meningkatkan kwalitas demokrasi, menjadi pemilu berintegrasi, mencegah konflik, meningkatkan kwalitas demokrasi, mendorong tingginya partisipasi publik,” katanya Salah satu peserta Fajar Felik Pujianto mengaku senang bisa mengikuti Sarasehan Demokrasi. Menurutnya manfaat ikut sosialisasi adalah menambah pengetahuan bagi generasi millenial seperti dirinya dan teman-temannya. “Dengan memahami dan pentingnya demokrasi di masa sekarang ini, kita berharap nantinya tercipta demokrasi yang sehat dan negara pun kuat,” katanya.

Kwarcab Banyumas Lumbung Pramuka Garuda di Kwarda Jateng

Keberhasilan enam Pramuka Banyumas meraih Penghargaan Eagle Scout Award 2020, membuktikan keberhasilan pendidikan dan pelatihan Pramuka yang dilakukan oleh Kwarcab Banyumas. Hal tersebut terbukti Banyumas merebut Pramuka Garuda di semua tingkatan mulai golongan siaga, penggalang, penegak dan pandega. “Belum ada Kwarcab lain yang bisa mendapatkan penghargaan selengkap Kwarcab Banyumas,” kata Ketua Bidang Bina Muda Kwarda Jawa Tengah Kak Drs Hernowo Budi Luhur, SH M.Si saat menyerahkan penghargaan Pramuka Garuda Berprestasi Tingkat Jawa Tengah atau Eagle Scout Award 2020 Sabtu (07/11/2020) di Pendopo Kwarcab Banyumas. Kak Hernowo menambahkan seorang anak didik yang telah menjadi Pramuka Garuda, telah melalui berbagai syarat kecakapan, baik kecakapan umum maupun khusus dan telah diuji oleh pembina dan tim penguji Pramuka Garuda. “Maka tidak perlu heran jika mereka yang telah menjadi Pramuka Garuda telah terbangun mentalnya, terbangun visiknya, terbangun karakternya dan terbangun nilai kebangsaannya, karena mereka telah ditempa secara emosional, sosial, intelektual dan visik,” tambah Kak Hernowo Menurutnya pendidikan dan pelatihan Pramuka mengarah pada tiga hal pokok yaitu pengembangan nilai kebangsaan, penanaman karakter dan kecakapan hidup. Ketiga hal tersebut terlihat dari testimoni dari 2 pramuka garuda penegak, meski spontan mereka dapat dengan jelas menyampaikan hal hal yang harus dilampaui untuk menjadi Pramuka Garuda. Terkait dengan keberhasilan Kwarcab Banyumas yang secara kwalitas meraih prestasi, Kak Hernowo juga berharap Banyumas akan menjadi lumbung Pramuka Garuda di Jawa Tengah. “Dalam masa kepengurusan Kwarda, kami menargetkan 50.000 Pramuka Garuda, jika pada tahun pertama pada tahun 2019 Banyumas sudah bisa melantik hampir 2.000. Maka kami berharap Banyumas akan menjadi lumbung Pramuka Garuda di Jawa Tengah,” katanya. Pada penghargaan ini 6 Pramuka Garuda Kwarcab Banyumas yang menjadi Juara adalah Shelobita Charlin Pangkalan SDN 3 Bangsa Kebasen meraih Juara 1 Siaga Putri dan Noor Fadilah SDN 1 Kebanggan Sumbang Juara 2 Siaga Putra. Untuk penggalang yang diwakili Pratiwi Rahmadiana Pangkalan SMPN 8 Purwokerto menjadi Juara 2 Penggalang Putri. Sedangkan untuk penegak yang diwakili oleh Falah Akbar Devansyah Pangkalan SMA N 1 Purwokerto menjadi Juara 3 Penegak Putra, Okky Indriana Sari SMA N 1 Jatilawang Juara 2 Penegak Putri. Satu satunya Pramuka Pandega yang dikirim yaitu Dicki Syarif Hidayat Pangkalan Poltekkes kemenkes semarang kampus VIII, juga berhasil menjadi Juara 2 Pandega Putra. Ketua Kwarcab Kak Drs Achmad Supartono M.Si mengatakan prestasi yang diraih tentu akan menjadi motivasi karena Pramuka Garuda diharapkan menjadi figur pramuka yang dapat menjadi dan dijadikan contoh atau teladan bagi pramuka khususnya dan generasi muda pada umumnya. Pramuka Garuda juga akan menjadi kebanggaan Kwarcab, Kwarran, sekolah dan tentu keluarga. “Tidak hanya Prestasi, Pramuka Garuda juga harus menjadi teladan, baik itu dilingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat,” kata Kak Partono. Pada acara tersebut secara spontan Ketua Kwarcab ini meminta testimoni dan dua Pramuka penegak yaitu Okky dan Devan dapat bercerita secara gamblang dihadapan tamu dari Kwarda, Kwarcab, Kwarran, Mabigus, pembina dan orang tua. Tri Asih orang tua dari Pratiwi Rahmadiana saat memberi kesaksian mengatakan bahwa setelah mengikuti kegiatan Pramuka anaknya lebih rajin, mau membantu orang tua dan bertanggung jawab. “Yang pasti bisa mengatur waktu dengan baik, sehingga saya percaya setiap ia berangkat untuk latihan Pramuka,” katanya. Terkait prestasi yang diraih ia mengungkapkan terima kasih kepada guru pembina dan kepala sekolah, serta para pelatih di DKC maupun Kwarcab.